Keunggulan Depot OZone Air Minum Terapi

Proses Air Minum Isi Ulang OZone:

Penyaringan 3 Tahap

Pada tahap ini, Air yang telah diambil dari sumber dilakukan penyaringan dengan menggunakan beberapa material dan beberapa langkah penyaringan. Langkah penyaringan ini bisa terdiri dari :

  1. Filter,
  2. Pre-Filter
  3. Final filter. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghilangkan kotoran-kotoran halus serta ion ion berbahaya yang ada pada air sumber. Material yang digunakan adalah pasir (sand filter), filter penukar ion serta karbon aktif . Pada tahap ini memungkinkan air yang diproses lebih mudah untuk dilakukan desinfektasi.

Sterilisasi

Lampu Ultraviolet

Lampu ultraviolet juga biasa dimanfaatkan sebagai alat proses desinfektan, dengan kata lain tak hanya sekedar lampu yang mampu menghasilkan sinar Ultraviolet saja. Dimana dalam proses penyaringan air sendiri memerlukan proses higienis dan steril demi menjamin mutu dan kualitas air sebagai hasil produksi bebas dari mikroba maupun penyakit jadi aman dikonsumsi. Untuk itu, lampu ini juga sering dimanfaatkan sebagai lampu desinfektan. Menurut panjang sinar gelombangnya sendiri, lampu UV diklasifikasikan ke dalam 3 tingkatan utama, yang mana semakin pendek panjang gelombang pada sinar UV tersebut, maka karakteristiknya semakin kuat, Dimana tingkatan lampu tersebut mulai dari UV-A, UV-B hingga UV-C.

Kegunaan Lampu Ultraviolet

Lampu UV bermanfaat khususnya untuk membunuh bakteri pada proses pemurnian air minum. Metode sterilisasi menggunakan lampu Ultraviolet pada pengolahan air minum ini sudah terbukti ampuh serta memberikan manfaat baik dan prosesnya pun tergolong sangat mudah. Dimana teknologi UV sendiri sudah banyak dimanfaatkan pada depot pengisian air isi ulang. Ultraviolet sendiri merupakan alat desinfektan yang memiliki berbagai kelebihan, seperti mereduksi bakteri dengan aman dan signifikan dan tidak meninggalkan residu.

Cahaya sinar UV sangat efektif melakukan deaktifasi mikroogranisme, misalnya seperti virus, protozoa, dan bakteri. lampu UV ini mengirimkan energi elektromagnetik pada lampu merkuri menuju materi genetic yakni DNA dan RNA. Saat cahaya lampu UV menembus bagian dinding sel lalu melumpuhkan kemampuan dari reproduksi dari bakteri tersebut. Dalam hal ini, cahaya dari lampu UV mengacaukan dan mengganggu rantai RNA/DNA dalam proses duplikasi sel bakteri.

Kandungan Air Terapi:

Alkalin dengan rata-rata pH=8 :

Manfaat:
🔸 Anti oksidan yang tinggi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas
🔸 Mencegah beberapa penyakit

Bio Energi:

Manfaat :
🔸 Untuk terapi kesehatan
🔸 Melancarkan peredaran darah
🔸 Memperkuat daya tahan tubuh

Oksigen :

Manfaat :
🔸 Menambah kadar oksigen dalam sel darah
🔸 Mempercepat pengiriman nutrisi dalam sel tubuh
🔸 Memperkuat daya tahan tubuh

✅ Terakreditasi ISO/ IEC 17025: 2005

✅ Sesuai SNI 01.3553.1996

✅ Uji Laboratorium: KEMENKES RI No Lab: 16527/ KA-B/XII/2015

Konsultan, Implementor dan Menjual Paket Mesin dan Sistem Depot Air Minum Isi Ulang dengan Teknologi Air Terapi

Distributor Galon Air Minum Isi Ulang
🥃DEPOT OZone🥃

Membuka Peluang Kerjasama

Harga Reseller: Rp. 2500/ galon minimal pembelian 10 galon perhari
✅Harga Promo Eceran:
Rp. 5000/ galon.
👉
Beli 2 galon= Rp. 6000

Syarat & Ketentuan:
Galon milik sendiri
✅ Ambil sendiri di Depo
✅ Pembayaran Cash
✅ Tanpa Tissue

Semoga sehat sukses aman selamat lancar barokah..

HUBUNGI: 0811.187375
Jl. Palapa Blok B no 11
Perum Serua Barokah
Masjid Baitul Fuqoha
Serua Ciputat
Tangerang Selatan

Air adalah kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan

Air adalah kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak hanya untuk kebutuhan kebersihan, air juga dikonsumsi tubuh untuk memenuhi kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Berdasarkan aspek umumnya air minum yang baik adalah yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Namun, terdapat parameter – parameter penting yang harus diukur untuk mengetahui kualitas air minum yang dikonsumsi yang dijelaskan pada SNI 01-355-2006.

Faktor yang Membuat Air Galon dari Depot Isi Ulang Higienis

  • Penyaring Air Minum yang Digunakan

Dalam hal ini penyaring air juga sangat mempengaruhi kebersihan air. Apakah penyaring bisa benar-benar menyaring kuman dan bakteri.

  • Lokasi Depot Air Isi Ulang

Seperti yang diketahui, lokasi depot air galon isi ulang, biasanya terletak di ruko pinggir jalan, hingga di tengah pasar. Adapun hal tersebut juga akan mempengaruhi kebersihan dan kualitas air.

Misalnya, adanya polusi, debu, bakteri dari orang-orang sekitar, bahkan penjual airnya sendiri.

  • Asal Sumber Air

Dari mana sih asal sumber air, yang didistribusikan untuk depot air isi ulang? Untuk sumber air, umumnya memang diambil dari sumber air alam di pegunungan.

Namun, yang jadi masalah adalah sumber air tersebut, didistribusikan ke depot isi ulang menggunakan tangki. Di sini kita tidak tahu apakah tangki tersebut steril, karena bisa saja sudah berlumut, berkarat, atau selang airnya yang kotor.

Dalam prosesnya Air minum dapat dihasilkan menggunakan 2 tipe air yaitu air permukaan (surface water) dan air bawah permukaan. Proses yang dilakukan pada air pun bergantung pada sumber air yang digunakan. Dalam hal ini, setiap perusahaan pasti memiliki sistem pemurnian air yang berbeda-beda, namun secara garis besar menurut dilakukan proses sebagai berikut:

  1. Sedimentasi/ flokulasi. Tahap ini merupakan tahap penggumpalan (koagulasi) partikel – partikel kecil yang terdapat dalam sumber air sehingga membentuk suatu partikel yang lebih besar sehingga mudah untuk disaring nantinya. Untuk pembentukan koagulan/flokulan ini membutuhkan zat tambahan berupa garam aluminum atau garam ferric.
  2. Penyaringan. Pada tahap ini, Air yang telah diambil dari sumber lakukan penyaringan dengan menggunakan beberapa material dan beberapa langkah penyaringan. Langkah penyaringan ini bisa terdiri dari Filter, pre-filter dan final filter. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghilangkan kotoran-kotoran halus serta ion ion berbahaya yang ada pada air sumber. Material yang digunakan adalah pasir (sand filter), filter penukar ion serta karbon aktif . Pada tahap ini memungkinkan air yang diproses lebih mudah untuk dilakukan desinfektasi.
  3. Sterilisasi. Proses ini adalah tahap penghilangan mikroorganisme seperti bakteri, viru jamur dan lainnya. Pada tahap ini dilakukan pemberian ozon pada air olahan yang dimaksudkan untuk membunuh bakteri, virus dan mikroba yang terdapat di dalam air atau yang lebih dikenal sebagai proses ozonisasi. Selain itu, beberapa perusahaan juga masih ada yang menggunakan klorin (chlorine) sebagai desinfektan. Tahap ini juga dapat dilakukan dengan cara penyinaran Lampu UV.
  4. Penampungan. Pada tahap ini air yang telah didesinfektasi ditampung ke dalam reservoir. Distribusi air kedalam kemasan melalui empat pompa. Didalam setiap pompa terdapat filter berdiamater 0,45µm yang berfungsi menyaring semua bahan organik dan mikroorganisme yang ada dalam air setelah proses ozonisasi.

Berdasarkan SNI 01-355-2006, air minum dalam kemasan dibagi menjadi dua kelas yaitu air mineral dan air demineral. Beberapa parameter uji yang harus dilakukan pada air minum dalam kemasan ditunjukkan pada Tabel 1.

 Tabel 1. Beberapa Parameter Uji Air Minum Dalam Kemasan

NoParameterSatuanPersyaratan
Air MineralAir Demineral
1Keadaan   
1.1 BauTidak berbauTidak berbau
1.2 Rasa NormalNormal
1.3 WarnaUnit Pt-CoMaks. 5Maks. 5
2pH6,0 – 8,55,0 – 7,5
3kekeruhanNTUMaks.1,5Maks. 1,5
4Zat terlarutmg/LMaks.500Maks.10
5Total Organik Karbonmg/L          –Maks. 0,5
6Zat Organik (Angka KMnO4)mg/LMaks. 45         –

Beberapa parameter tersebut sangatlah penting untuk diuji dalam pembuatan air minum dalam kemasan salah satunya adalah pH. Dari Tabel 1, disebutkan bahwa air minum yang baik memiliki pH yang berkisar dari 6 hingga 8.5. Hal ini diungkapkan oleh World Health Organization (WHO) bahwa jika air minum yang dikonsumsi terlampau basa (pH> 8.5) maka dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan jaringan bahkan mengalami gangguan gastrointernal. Sebaliknya, bila pH terlampau asam (pH<4) maka hal yang sama akan terjadi Hal ini tentulah berbahaya, sehingga air minum dalam kemasan diproses sedemikian rupa sehingga kontaminan yang ada di dalamnya dapat diminimalisir dan aman untuk dikonsumsi.

Beberapa cara untuk menaikan nilai pH adalah dengan cara menambahkan calsium atau magnesium carbonate (CaCO3 atau MgCO3). Penambahan ini dapat dilakukan pada monitoring pH pada saat sebelum memasuki tahap desinfektasi. Hal ini karena pH memiliki peran penting dalam proses desinfektasi mikroorganisme. Penggunaan calsium atau magnesium carbonate tidak hanya untuk menaikkan pH namun juga dapat memperkaya mineral sehat yang ada dalam air.

Selain pH, parameter yang harus untuk dilakukan monitoring adalah Total Dissolved solid (TDS) atau total zat terlarut. Jika untuk range pH air minum yang baik berkisar pada 6,0 – 8,5 lain halnya dengan parameter TDS yang tidak boleh melebihi 500 ppm. Hal ini dikarenakan parameter TDS juga melambangkan mineral yang terkandung di dalam air. Mineral – mineral ini dapat digolongkan menjadi 2, yaitu yang berbahaya seperti arsenik, sulfat, bromida, mangan dan lainnya serta yang baik bagi tubuh seperti calsium dan magnesium. Nilai TDS haruslah dimonitoring karena parameter ini akan mempengaruhi rasa pada air yang dikonsumsi. Namun tingginya nilai TDS akan mengakibatkan kerusakan sistem seperti pipa dan reservoir juga turbin. Hal ini disebabkan karena TDS dapat menimbulkan kerak pada sistem. Terbagi klasifikasi untuk nilai TDS air yang ditunjukkan pada Tabel 2.  

 Tabel 2. Nilai TDS terhadap Kualitas Air 

Nilai TDS (ppm)Kualitas Air
Kurang dari 300Sangat Baik
300 – 600Baik
600 – 900Rata-rata
900 – 1200Buruk
Diatas 1200Tidak diterima (sangat buruk)

Dalam proses monitoring kedua parameter ini, diperlukan alat yang dapat memenuhi kebutuhan range untuk aplikasi air minum, mudah digunakan dan sangat fleksibel untuk dibawa ke lapangan maupun untuk skala pengecekan lab. Terkait hal ini, brand Hach dan Thermo Fisher Orion dapat dijadikan solusi untuk memudahkan Anda dalam monitoring parameter pH dan TDS.

SEGARNYA BISNIS AIR MINUM ISI ULANG
Bisnis.com, Jakarta – 

Dewi Andriani – Bisnis.com
10 Agustus 2020 – 19:44 WIB

Air minum merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Sayangnya, tidak semua air bersih dan higienis sehingga banyak masyarakat yang menggunakan air galon atau air dalam kemasan.

Bisnis air isi ulang bisa menyediakan air minum yang bersih, higienis, dan berkualitas kepada masyarakat tetapi dengan harga yang lebih murah.

Namun, jika harus selalu membeli air galon tentu harganya cukup mahal sehingga tak sedikit yang kemudian membeli air isi ulang. Kondisi ini tentu menjadi peluang yang prospektif bagi bisnis depo air minum isi ulang dan tidak akan ada matinya.

Salah satu pemain air minum isi ulang yang menawarkan paket kemitraan atau franchise bagi masyarakat yang ingin berkecimpung dalam bisnis ini adalah depo air minum isi ulang Go Flow.

Liana Kurniawati, Owner dari Go Flow mengatakan bahwa bisnis ini dibangun tidak lepas dari keinginannya untuk menyediakan air minum yang bersih, higienis, dan berkualitas kepada masyarakat tetapi dengan harga yang lebih murah.

Liana yang juga memiliki pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun ini mengatakan bahwa air minum di depo isi ulang ini bisa lebih murah dibandingkan AMDK karena banyak memotong biaya operasional.

“Saya punya pabrik AMDK dengan 600 karyawan, setiap bulan mengeluarkan ratusan juta untuk gaji, bayar iklan, dan biaya operasional lainnya sehingga harganya bisa sampai Rp18.000 hingga Rp20.000 per galon. Padahal kalau disejajarkan dengan air Go Flow kualitasnya sama karena air mineral kita juga mengandung ozon di kisaran 7,” terangnya.

Ada dua jenis air isi ulang yang ditawarkan oleh Go Flow yaitu air mineral yang telah dilengkapi dengan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan memberi banyak manfaat untuk menjaga kulit, menjaga keseimbangan cairan tubuh, dan mengontrol kalori.

Baca Juga : 3 Ciri Utama Wirausahawan Sukses Saat Pandemi

Kedua, air alkali (kangen water) dengan kandungan pH 8+ yang saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat karena memiliki manfaat kesehatan, dan mampu meningkatkan penyebaran oksigen ke seluruh tubuh serta mampu mengeluarkan detox pada tubuh.

Adapun untuk harga jualnya sendiri yaitu air mineral dijual seharga Rp6.000 hingga Rp7.000 per galon sedangkan air Alkalie dijual lebih mahal yakni Rp15.000 karena berbeda dari segi kualitas.

“Kami menjamin setiap proses untuk isi ulang ini dilakukan secara higienis, steril dan bersih dengan kualitas setara AMDK karena kami memiliki standard yang harus dipatuhi semua mitra berbeda dengan depo air minum yang ada di pinggir jalan,” tuturnya.

Menurutnya, bisnis depo air minum isi ulang ini cocok untuk para orang tua yang ingin menginvestasikan dananya karena proses dan model bisnisnya yang mudah untuk dijalankan. Bagi yang tertarik menjalin kemitraa, Go Flow menawarkan franchise dengan investasi senilai Rp395 juta.

Dari investasi tersebut, mitra akan mendapatkan support berupa dua mesin air minum yang dapat menghasilkan air isi ulang bermineral serta air isi ulang yang berakali, serta peralatan pendukung lainnya. Mesin-mesin tersebut menurutnya akan langsung menjadi milik mitra dengan masa kontrak 5 tahun.

Jika setelah tahun kelima masih ingin berlanjut, maka perlu membayar senilai Rp85 juta untuk 5 tahun mendatang dengan tetap menggunakan merek Go Flow dan biaya royalty fee sebesar 5 persen per bulan. Namun, jika tidak bisa menurunkan brand Go Flow lalu bisa menjalankan bisnis dengan merek sendiri menggunakan mesin yang sudah ada sebelumnya.

“Ini investasi yang tidak akan rugi karena semua kita berikan. Jika ada yang ingin bergabung, maka dia perlu memberikan DP terlebih dahulu Rp5juta, setelah itu tim akan meninjau lokasi Go Flow di minggu pertama, setelah itu kita akan berikan gambaran kerja karena tempatnya juga harus direnovasi agar memiliki standard yang sama. Luas lokasi minimal 40 m2,” terangnya.

Liana memberikan penawaran juga kepada para mitra yang bergabung bahwa pihaknya juga akan membantu mencarikan karyawan yang sudah paham mengenai cara mengoperasikan mesin. Namun, jika karyawan berasal dari mitra, maka Go Flow akan memberikan pelatihan, termasuk pelatihan bagi owner sehingga jika ada karyawan yang keluar, pemilik bisa langsung menjalankan bisnisnya.

Saat ini, Go Flow yang baru menawarkan kerja sama franchise pada Juli 2019 lalu, sudah memiliki sejumlah mitra di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Bekasi, Jakarta, dan Surabaya. Liana sendiri menargetkan Go Flow dapat terus melebarkan sayap hingga ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri, khususnya ke negara yang kurang memadai untuk air, terutama di kawasan Asia.

Perhitungan Usaha Go Flow

Franchise/Brand Fee : Rp85juta

Biaya setup alat : Rp289juta

Kunjungan dan audit : Rp22 juta

Total investasi : Rp395 juta

Jumlah konsumen yang beli air mineral per bulan : 4000 @Rp6.000

Jumlah konsumen yang beli air alkali per bulan : 1000 @Rp15.000

Pendapatan air mineral : Rp24 juta

Pendapatan air alkali : Rp15 juta

Total pendapatan : Rp39 juta

Pengeluaran : Rp19,8 juta

Keuntungan per bulan : Rp19,2 juta (49 persen)

BEP : 19 bulan