KEAJAIBAN ENZIM

THE MIRACLE OF ENZIM (KEAJAIBAN ENZIM)

Artikel mengenai Tip Sehat dan Keajaiban Enzim  semoga dapat memberika pemahaman mengenai pola hidup sehat menurut Dr. Hiromi Shinya

Dr. Hiromi Shinya “Kesehatan Anda Ditentukan Oleh Apa Yang Anda Makan!”

Simak nasehat-nasehat berharga dari Dr. Hiromi Shinya tentang cara menjalani pola makan yang sehat setiap hari.

 Siapa itu Dr. Hiromi Shinya?

Bagi anda yang telah membaca buku Best Seller dunia di bidang kesehatan yang berjudul “The Miracle of Enzyme”, maka nama Dr. Hiromi Shinya tentunya tidak asing lagi di telinga anda. Dr. Hiromi Shinya adalah Pimpinan dari Surgical Endoscopy di Beth Israel Medical center serta seorang Profesor Klinikal dari Albert Einstein College of Medicine. Beliau adalah seorang penemu teknik Kolonoskopi Modern serta disebut sebagi pemimpin dalam bidang Gastro-Enterologist dunia.Dokter Hiromi Shinya adalah seorang dokter senior yang sangat dihormati di kalangan dokter-dokter. Sumbagsihnya dalam bidang kesehatan sangatlah besar karena membukakan wawasan kita semua mengenai pentingya menjalani pola hidup dan pola makan yang sehat serta membuka mitos-mitos yang salah yang berkenaan dengan makanan.Semua pemikiran dan tulisan Dr. Hiromi Shinya didapatkannya berdasarkan pemeriksaan terhadap lebih dari 370.000 usus pasien melalui prosedur kolonoskopi selama puluhan tahun dan ia melihat ada hubungan yang sangat erat antara makanan, penyakit dan kondisi usus. Berikut ini merupakan rangkuman dari tulisan Dr. Hiromi Shinya dari beberapa buku yang ditulisnya diantaranya “The Miracle of Enzyme” dan “Keajaiban Enzim Awet Muda” (telah tersedia di toko buku Gramedia).

Rangkuman Isi Buku Maupun Kuliah Umum Yang Diberikan Oleh Dr. Hiromi Shinya di Sepanjang Karirnya :

  1. Meski Dr. Hiromi Shinya, M.D. memiliki gelar sebagai seorang dokter medis, namun ia berbeda dengan dokter medis tradisional. Beliau tidak suka dan tidak meyarankan obat-obatan farmasi. Beliau menyarankan hanya menggunakan obat-obatan farmasi ketika benar-benar teramat sangat dibutuhkan saja. Sebagai faktanya Dr. Hiromi Shinya selalu mengetes sendiri obatan-obatan tersebut sebelum diberikan kepada pasien-pasiennya. Ia berhenti melakukan hal ini setelah mencoba mengetes obat umum yang ditujukan untuk pengobatan disfungsi ereksi dan ia merasa hampir saja mati karenanya.
  2.  Dr. Hiromi Shinya melihat bahwa 90% dari segala penyakit diakibatkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan gaya hidup. Beliau berdedikasi untuk mengajarkan mengenai perubahan gaya hidup dan pola makan sehingga dapat menghentikan akar dari segala jenis penyakit. Hal inilah yang merupakan fokus dan terapi yang beliau berikan pada para pasiennya.
  3.  Selama lebih dari 40 tahun karir beliau, Dr. Hiromi Shinya telah melihat banyak sekali perubahan dari segi kesehatan di negara kelahirannya yaitu Jepang. Pada tahun 1960, hanya terdapat 400 kasus kanker payudara dan kanker prostat yang dilaporkan terjadi di seluruh negara Jepang. Meski Jepang disebut sebagai negara yang penduduknya paling sehat di seluruh dunia, namun hal ini berubah dengan drastis setelah masuknya susu ke sekolah-sekolah. Orang Jepang memiliki resiko terkena kanker lambung 10 hingga 15 kali lebih besar dibandingkan orang Amerika dimana ia yakin hal ini dikarenakan konsumsi yang banyak atas teh dan asam tanat (tannic acid), sedangkan orang Amerika memiliki resiko terkena kanker usus 10 hingga 15 kali lebih besar dibandingkan orang Jepang semata-mata diakibatkan oleh pola diet atau pola makan mereka.
  4.  Jika seseorang makan makanan yang tinggi protein seperti daging-dagingan, produk olahan susu, keju, yogurt, nasi putih dan serelia yang digiling (refined grains), maka hal tersebut mengakibatkan lapisan otot usus akan menjadi tebal, membuatnya kram dan pada akhirnya akan membuat usus menjadi lebih pendek. Dr. Hiromi Shinya berkata bahwa diet sehat yang tinggi serat akan dapat membuat usus anda menjadi sangat panjang bahkan hingga mencapai 0,5 meter. Beliau juga mengatakan bahwa kondisi usus seseorang juga merupakan indikator yang baik terhadap apa yang terjadi pada arteri (pembuluh darah). Jika kondisi usus anda baik dan sehat demikian juga dengan kondisi arteri anda, demikian juga sebaliknya.
  5.  Kita tidak menerima warisan penyakit dari orangtua kita, kita menerima warisan atas kebiasaan pola makan mereka dan semua permasalahan kesehatan yang menyertainya. Sebuah kebiasaan yang baik dapat mengatasi permasalahan gen yang buruk.

Dr. Hiromi Shinya meyakini bahwa terdapat hubungan langsung antara pola diet atau pola makan harian kita dengan masalah kesehatan yang kita alami saat ini. Hal ini sebenarnya bukanlah sebuah pemikiran yang baru terutama di kalangan praktisi dan orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka terhadap kesehatan alami.  Adalah teramat sangat baik ketika mendengar seorang Dokter Medis seperti Dr. Hiromi Shinya pun turut menyuarakan filosofi yang sama disertai dengan bukti-bukti selama 40 tahun perjalanan karirnya mengenai hal ini.Bagaimana Dr. Hiromi Shinya dapat memberikan teorinya mengenai eratnya hubungan antara pola makan dan kesehatan tubuh? Berdasarkan bukti-bukti langsung yang dilihat dari kondisi fisik pasiennya!Sebagai seorang Spesialis Gastrointestinal (pemeriksaan medis yang berkaitan dengan usus), Dr. Hiromi Shinya telah menjalani sebanyak lebih dari 370.000 prosedur kolonoskopi di sepanjang karirnya. Dengan kata lain, Dr. Shinya telah memasukkan kamera ke dalam lebih dari seperempat juta usus manusia dan memfilmkan hasilnya. Apa hasilnya? Yaitu hasil terhadap apa yang kita konsumsi setiap hari selama puluhan tahun!Selama lebih dari 40 tahun Dr. Hiromi Shinya telah menjalankan Prosedur Kolonoskopi dan mengumpulkan data-data diet (pola makan harian) dari para pasiennya. Ia mencocokkan atas apa yang anda makan dan hasil dari pemeriksaan usus anda. Berdasarkan bukti-bukti fisik ini akhirnya Dr. Hiromi Shinya memformulasikan idea beliau terhadap pola diet apa yang bagus dilakukan agar tubuh kita tetap sehat di masa depan. Ia memikirkan mengenai makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk mencegah penyakit jantung, menyembuhkan kanker, dan menghentikan penyakit diabetes tipe 2. Sangatlah sulit berdebat terhadap beliau, terutama Dr. Hiromi Shinya sendiri telah memiliki bukti-bukti fisik akan hal ini di sepanjang karirnya sebagai dokter.Dalam video hasil dokumentasinya (bisa anda tonton di bagian paling bawah dari artikel ini), Dr. Hiromi Shinya menunjukkan lapisan interior dari usus pasien, akumulasi toksin atau racun, penyakit yang diderita oleh pasien tersebut serta data-data tentang bagaimana pola makan harian dari pasien-pasien tersebut sehingga pada akhirnya dapat berkembang menjadi penyakit di dalam tubuh mereka.

Pola Diet Terbaik Berdasarkan Pemikiran Dokter Hiromi Shinya

Dr. Hiromi Shinya menganjurkan pola makan terbaik berdasarkan hasil temuan-temuannya ini. Ia menyarankan pada para pasiennya untuk melakukan 2 perubahan besar yang wajib dilakukan pasiennya jika ingin sembuh atau memiliki tubuh yang kembali sehat, hal tersebut adalah:

  1. Makan makanan yang sebagian besar merupakan diet vegan. Makanan alami dapat menyembuhkan penyakit apapun dikarenakan tubuh biasanya merespon terhadap alam.
  2.  Konsumsi Enzyme Eksogen dari buah buahan dan herbal yang kaya dengan enzyme. Jika keterbatasan waktu untuk memperoleh enzyme eksogen gunakan supplemen Mirazen yang sangat padat dengan Enzyme buah dan herbal dengan teknologi dingin.

Berikut ini detail mengenai pola diet yang disarankan oleh Dr. Hiromi Shinya :

1) Makan 85-95% tumbuh-tumbuhan yang ditanam dan sayur-sayuran dari laut (seperti rumput laut, wakame, dll).

  1. 50% biji gandum utuh, mentah, padi-padian organik, sereal dan kacang-kacangan. Makanan pokoknya terdiri atas gabungan dari 5 jenis padi-padian organik : Beras Coklat + millet, quinoa, amaranth, whole oats (gandum utuh), buckwheat, dan sejenisnya.
  2. 0% sayuran yang ditanam secara organik. Semakin mentah sayuran tersebut semakin baik dikarenakan kandungan enzimnya yang masih tinggi.
  3. 10-15% buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan.

2) Hanya makan sekitar 10-15% saja daging atau protein yang berasal dari hewan dan tak lebih dari 80-100 gram perharinya. Disarankan yang dimakan adalah daging ikan. Dr. Hiromi Shinya mengatakan bahwa ia sendiri hanya makan daging cuma beberapa kali saja dalam setahun. Daging yang berasal dari hewan yang memiliki temperatur tubuh yang lebih tinggi dibandingkan manusia seharusnya tidak dikonsumsi dikarenakan lemak hewan tersebut akan membeku di dalam tubuh kita sehingga mengakibatkan masalah-masalah kesehatan.

Berikut catatan mengenai ukuran temperatur tubuh manusia dan hewan :

Manusia – 37 derajat CelsiusSapi – 39 – 40 derajat CelsiusBurung – 40.5 hingga 42 derajat CelsiusLalu bagaimana Dr. Hiromi Shinya dapat mengambil kesimpulan dan menentukan mengenai ukuran berapa persen pola makan yang paling sehat dan ideal seperti keterangannya di atas? Hal ini berdasarkan bentuk gigi manusia. Manusia memiliki 3 jenis gigi dan rasio dari gigi-gigi ini merupakan alasan penentuan dari pola diet ini. Berikut keterangan rasio perbandingannya:Gigi geraham memiliki rasio 5 (dari total keseluruhan gigi geraham yang berjumlah 20 buah). Fungsi gigi geraham adalah untuk mengunyah makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.Gigi seri memiliki rasio 2 (dari total keseluruhan gigi seri yang berjumlah 8 buah). Fungsi gigi seri adalah untuk memotong atau mengiris makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.Gigi taring memiliki rasio 1 (dari total keseluruhan gigi taring yang berjumlah 4 buah). Fungsi gigi taring adalah untuk merobek makanan yang berasal dari daging.Jadi rasio total keseluruhan gigi manusia adalah 5:2:1 (Geraham : Seri : Taring) sehingga dari perlengkapan ini bisa diambil kesimpulan bahwa makanan yang ditujukan untuk konsumsi manusia adalah 85% terdiri atas tumbuh-tumbuhan dan hanya sekitar 15%-nya daging.

Pola makan dasar pagi dan malam hari yang dilakukan oleh Dr. Hiromi Shinya adalah sbb :

Satu jam sebelum makan: minum 2-3 gelas air30 menit sebelum makan: makan buah-buahan segarSelanjutnya makan makanan berdasarkan rasio di atas.Dr. Hiromi Shinya mengatakan 2 GAYA HIDUP PALING BURUK yang bisa dilakukan manusia adalah MEROKOK dan MINUM ALKOHOL. Kebiasaan merokok akan memperpendek usia anda hingga 20 tahun.

Selanjutnya Dr. Hiromi Shinya juga mengatakan ada 2 POLA MAKAN PALING BURUK :

1) Banyak mengkonsumsi daging

  • Konsumsi daging sapi setiap harinya akan memicu permasalahan prostat dan kanker
  • Protein daging, terutama casein (protein dari susu) akan menstimulasi dan menyuburkan pertumbuhan kanker. Sedangkan hanya protein yang berasal dari sayuran yang dapat membekukan sel-sel kanker.

2) Mengkonsumsi produk-produk susuCasein jauh lebih buruk dibandingkan daging yang akan menstimulasi dan menyuburkan pertumbuhan kanker

  • Susu sapi diinseminasi secara artifisial untuk menstimulasi produksi susu agar lebih berlimpah. Peningkatan hormon di dalam susu dapat mengakibatkan kanker payudara, demikian juga dengan kanker prostat dan masalah pada kesuburan. Satu-satunya “hewan” yang minum susu dari hewan lainnya hanyalah MANUSIA.
  • Semua orang tidak bertoleransi terhadap laktosa!

Dr. Hiromi Shinya menyarankan hal-hal berikut yang seharusnya dibatasi atau dihindari :

  • Produk-produk susu dan hasil olahannya, teh dan kopi, makanan manis dan gula, nikotin, alkohol, coklat, garam dapur reguler.
  • Lemak dan minyak yang dimurnikan. Semua jenis minyak merupakan lemak yang 100% teroksidasi dan penuh dengan radikal bebas. Anda disarankan hanya memenuhi kebutuhan lemak yang asalnya dari sumber-sumber makanan alami yang tidak dimurnikan alias makanan utuh (whole foods).

Rekomendasi Dr. Hiromi Shinya mengenai pola diet lainnya :

  • Berhentilah makan 4-5 jam sebelum tidur
  • Kunyahlah makanan anda 30-50 kali
  • Rajin makan buah
  • Minum air 2-3 gelas sekitar 60-90 menit sebelum makan
  • Makan buah 30 menit sebelum makan siang atau malam
  • Makan-makanan yang difermentasikan
  • Minum suplemen enzim
  • Disiplin untuk menjalani pola diet yang sehat ini.
  • Kesehatan tubuh anda tergantung atas apa yang anda makan.

Mirazen adalah ekstraksi Enzime buah seperti mengkudu, delima, manggis, dan herbal seperti pegagan, moringa, cinnamon atau kayu manis yang di ekstrak tanpa proses pemanasan sama sekali. Biasa di sebut dengan ektraksi dingin dan proses dua kali ekstrak sehingga menghasilkan cairan pekat dan padat dengan tekhnologi nano sehingga mudah untuk diserap oleh tubuh dan sebaiknya di konsumsi di bawah lidah.

Kutipan buku The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) oleh Prof Dr Hiromi Shinya TIDAK ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.Mengapa susu paling jelek untuk manusia?Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh
terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia
memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondarmandir di antara dua negara itu.Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul- bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan
gembrot.Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim- induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras
lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.Apa saja makanan yang direkomendasikan?Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya
juga harus menguras lumbung enzim.Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh- sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau
terlalu sering.Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus.Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *