Terapi Senyum dan Hormon Endorfin

SENYUMAN, CINTA, RASA SYUKUR, MEMAAFKAN, DZIKIR

🙂 Senyummu Mampu Menyembuhkanmu!
🙂 Senyum memiliki nilai yang tinggi didalam Islam, hingga Allah swt mengabadikan senyuman Nabi Sulaiman as dalam firman-Nya,

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.” (QS.An-Naml:19)

🙂 Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi). Jarir bin Abdullah berkata: “Rasulullah tidak pernah menghalang aku mengun­jungi beliau. Semenjak aku memeluk Islam, beliau selalu memandangku dengan senyuman. “(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmizi)

🙂 Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan.

🙂 Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim).

🙂Satu senyuman kecil mampu menyalakan api semangat dalam diri saudaramu.

🙂Senyumanmu mampu menerangi hidup seseorang yang selama ini terkurung dalam kesedihan dan kegelapan.

🙂Senyumanmu pada orang tuamu memberikan kedamaian dan menenangkan hati mereka.

🙂Senyumanmu pada istri/ suamimu mewarnai harinya dengan cinta.❤

🙂Senyumanmu pada anakmu menguatkan jiwa mereka untuk menghadapi hidup.

🙂Senyumanmu pada karyawanmu menghilangkan kepenatan mereka.

🙂Senyumanmu pada tetanggamu mengobati kesedihan mereka.

🙂Senyuman tidak menghasilkan apapun kecuali senyuman. Lupakan beratnya beban hidupmu sejenak dan tebarkan senyummu kepada orang sekitarmu.

🙂“Senyuman seseorang kepada saudaranya adalah kebaikan dan menghilangkan gangguan dari mereka adalah kebaikan.

🙂Dan tidak ada ibadah yang lebih disenangi Allah (selain yang wajib) seperti memberikan kebahagiaan kepada orang mukmin.”

🙂Senyuman adalah salah satu hal terpenting dalam hidup. Kehidupan tanpa senyuman akan menimbulkan derita yang berkepanjangàn.

🙂Sayyidina Ali bin Abi tholib as berpesan,: “Seorang mukmin itu keceriannya tampak di wajahnya dan kesedihannya tersimpan didalam hati.”

🙂“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ
(رواه الترمذى)
🙂 *Tebarkan senyuman karena senyum adalah sedekah yang paling mudah.*

Dan kata orang, murah senyum bikin bahagia. Lalu apakah benar senyum bikin bahagia? Bagaimana pandangannya dalam ilmu sains? Apa yang terjadi pada otak jika Anda sering senyum? Kabar baiknya, senyum ternyata benar memiliki pengaruh terhadap cara kerja otak Anda.

*HORMON KEBAHAGIAAN.*

🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿

🌹 *Ternyata, hormon kebahagiaan itu dikeluarkan oleh tubuh kita sendiri, yaitu yg disebut hormon ENDORPPHINO*

🌹 *Hormon ini membuat rasa bahagia, dan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga badan lebih kuat, tidak mudah sakit dan berumur panjang.*

🌹 *Nama hormon ini hampir mirip seperti obat tidur*(Morphin), namun
diproduksi secara sehat oleh tubuh sendiri, dan disebut-sebut juga sebagai *penghilang rasa nyeri, bahkan jauh lebih kuat dari Morphin.*

🌹 *Bagaimana hormon endorfin ini diproduksi.?*

👍 *Saat kita berpikir positif, emosi positif, berbuat baik positif, bersyukur, maka secara otomatis, tubuh akan mengeluarkan hormon Endorfin*.

Saat kita berpikiran baik, positif, tersenyum, berbahagia dalam hidup, akan *lebih banyak* hormon endorfin yang keluar.

*Kalau banyak orang bertanya bagaimana mencari kebahagiaan dan ingin mendapatkannya…?*

*Ternyata tidak perlu jauh-jauh karena yang kita cari ada di tubuh kita sendiri.*

*Kalau pikiran dan hati kita positif, maka tubuh akan menghasilkan hormon kebahagiaan lebih banyak. Tidak perlu mencari-cari sumber kebahagiaan dari luar sana, hanya melihat ke dalam diri sendiri, maka kebahagiaan dan juga kesehatan akan didapatkan.*

*Menariknya, hormon kebahagiaan ini/ hormon endorfin ini: Meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga kita tidak mudah sakit, dan berumur panjang.*

*Jadi, kalau sering loyo, sering sakit, pegel-pegel, bisa jadi karena banyak pikiran dan emosi negatif yang dikeluarkan, sehingga hormon Endorphin tidah keluar.*

*Bagaimana agar hormon endorfin ini bisa keluar.?* Saya rangkumkan dari buku *”Man Jadda Wajada 3, yaitu : Tips Hidup Sekali Sukses Berkali-Kali”*

❣ *1. BANGUN MINDSET POSITIF.*

*Berpikir positif. Setiap sesuatu mempunyai dua sisi, yaitu POSITIF dan NEGATIF.*

*Lihatlah segala sesuatu dari sisi “positifnya” saja. Sehingga yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal baiknya saja. Kalau yang kita pikirkan adalah sisi negatifnya saja, maka yang terjadi adalah “pikiran menjadi negatif”. Marah, kesal, dendam, dls. nya*

*Sedikit saja hal-hal negatif itu ada pada kita, maka bukan hormon kebahagiaan yang keluar, ttp hormon KORTISOL, yg dpt menyebabkan sakit jantung, menaikkan tekanan darah dan gula darah.*

*SELALU BERSYUKUR, akan merangsang keluarnya hormon Endorphin/ hormon kebahagiaan, dan ini dpt meningkatkan kekebalan tubuh.*

❣ *2. Bangun perasaan dan emosi positif, Buang semua emosi negatif seperti, marah, dendam, takut, sedih, iri hati, merasa dizhalimi, dls.nya*.

*Sebaliknya, bangun emosi positif seperti: cinta, kegembiraan, semangat, antusiasme.*

*Dengan kita menebarkan cinta di rumah, di kantor, pada teman, dan di manapun berada, akan membuat merangsang keluarnya hormon Endorphin/hormon kebahagiaan tadi. Shg badan lebih sehat dan kuat.*

❣ *3. LAKUKAN KEBAIKAN SETIAP SAAT.*

*Mengerjakan kebaikan akan merangsang keluarnya hormon Endorphin / hormon kebahagiaan yang “luar biasa” karena merasa dirinya bermanfaat.*

❣❣❣

**Jadi: Ingin sehat….?? Mulailah dg :*

👍 *Berpikir lebih positif. Lihat semua dr sisi baiknya. Krn kesempurnaan hanya milik Nya.*

👍 *Mengeluarkan emosi yang positif: gembira, semangat, cinta, dls.nya.*

👍 *Bertindak positif setiap hari, buatlah orang-orang disekitarmu menjadi senang*
*Hidup BAHAGIA dalam ridho Allah*

🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿

dr. Agus Rahmadi, Manfaat Terapi Senyuman

Senyuman itu menular
Senyum disebut-sebut bisa ditularkan. Ya, pernyataan klasik ini mungkin sering Anda dengar dari orangtua Anda di rumah atau ibu guru ketika Anda masih duduk di bangku sekolah dasar. Tetapi memang ternyata menular.

Coba saja Anda perhatikan jika ada orang yang senyum kepada Anda – entah itu disengaja atau pun tidak – pasti Anda juga akan membalas senyumannya. Pada saat itu bisa dibilang Anda “tertular” senyuman dari orang yang memberikan senyumannya pada Anda. Tanpa Anda sadari, mulai dari senyuman yang Anda lakukan itu, dari sana kebahagiaan Anda mulai terbentuk.

Sebenarnya, senyum dianggap bisa menular diakibatkan oleh rangsangan saraf yang secara otomatis muncul ketika seseorang melihat orang lain senyum. Saraf yang terangsang tersebut akan memberikan sinyal pada otot muka untuk membentuk senyuman di wajah Anda.

Senyum bisa mempengaruhi cara kerja otak
Apakah Anda pernah mencoba menahan pensil dengan gigi Anda? Beberapa penelitian menyatakan bahwa kegiatan tersebut membuat otot-otot di sekitar mulut dan wajah menjadi berkontraksi, dan dapat membuat Anda senang. Tapi, Anda tidak perlu susah-susah melakukan hal tersebut. Mudah saja, karena kegiatan tersebut sama dengan ketika Anda tersenyum.

Tanpa Anda ketahui, sebenarnya ada pesta yang sedang terjadi di dalam otak Anda, apabila Anda sedang tersenyum – tak peduli senyum yang menular atau tidak. Ya, otak akan secara alami mengaktifkan pusat saraf yang mengatur emosi manusia dan rasa kebahagiaan.

Begini mulanya: senyum akan mengaktifkan pelepasan neuropeptida – yaitu molekul kecil yang menjadi perantara antar-sel saraf agar bisa berkomunikasi – untuk menghilangkan stres. Tidak hanya stres, neuropeptida juga menjadi jembatan emosi dan perasaan yang Anda rasakan. Lewat semua neuropeptida tersebut, semua organ tubuh akan tahu jika terjadi perubahan suasana hati, entah itu sedih, marah, atau bersemangat.

Kemudian, seiring dengan Anda tersenyum hormon dopamin, serotonin, serta endorfin – yang disebut sebagai hormon bahagia – juga dilepaskan. Pelepasan ini mengakibatkan denyut jantung menurun, tubuh menjadi rileks, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, endorfin juga dikenal sebagai pereda nyeri alam yang tubuh miliki dan tidak ada efek samping apapun jika kadarnya meningkat.

Tidak hanya sampai di situ saja, serototnin diketahui sebagai obat anti depresan yang ampuh mengobati rasa stres dan depresi Anda. Dan tetap, zat tersebut merupakan zat alami yang tubuh Anda hasilkan sendiri.

Senyum juga berpengaruh positif terhadap penampilan
Salah satu alasan mengapa senyum bikin bahagia adalah senyum dapat mengubah penampilan Anda di depan umum menjadi lebih baik. Tidak percaya? Sebuah penelitian dari daerah Skotlandia bahkan telah membuktikannya.

Dalam penelitian tersebut para peneliti menemukan bahwa laki-laki atau wanita akan lebih tertarik jika melihat seseorang yang tersenyum dibandingkan dengan ekspresi wajah lainnya. Bahkan hampir semua responden tersenyum balik apabila melihat orang lain tersenyum. Hal ini kembali lagi ke pernyataan bahwa senyum dapat menular dan ditularkan.

hhttps://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/senyum-bikin-bahagia/amp/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *